Rabu, Mei 27, 2009

Niat Untuk Berubah

Segala sesuatu pekerjaan harus diawali dengan niat, karena niat merupakan Salah satu kekuatan yang tidak ada bandingnya. Segala sesuatu yang di-awali dengan niat tentu akan membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginan hati. Niat akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa bila diikuti oleh suatu kebulatan tekad yang memiliki rasa keyakinan terhadap suatu pekerjaan yang akan dilakukan. Apabila seseorang melakukan sesuatu pekerjaan tanpa diiringi oleh niat maka dapat kita katakan bahwa apa yang dilakukan tentulah ada unsur paksaan. Sudah dapat kita bayangkan bahwa suatu pekerjaan yang dilakukan secara paksa, hasilnya pun sudah dapat kita pastikan tidak akan maksimal. Lain halnya dengan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan diawali dengan niat tentu akan membuahkan hasil yang lebih baik.

Adapun yang dimaksud dengan niat adalah sesuatu yang ditasdikan didalam hati dan dilahirkan melalui lafat yang berbentuk suatu rencana yang akan dilakukan. Segala sesuatu perbuatan yang kita lakukan sudah barang tentu selalu diiringi dengan niat. Siapapun orangnya dan apapun profesinya tentu selalu mengawali pekerjaannya dengan niat. Sebagai suatu contoh dimana pada saat kita ingin berangkat kerja secara sadar atau tidak, tentu didalam hati kita sudah ada suatu niat untuk berangkat ketempat kerja.

Setelah sampai ketempat kerja tentu kita juga sudah punya niat untuk melakukan pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawab kita sehari-hari.
Banyak orang yang mempunyai niat dan tidak diiringi oleh rasa keyakinan, Sehingga timbul suatu keraguan atas sesuatu yang akan dilakukan sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.

Manusia diciptakan oleh YANG MAHA KUASA dengan bentuk yang sempurna. Bila dibandingkan dengan mahkluk yang lain maka manusia memiliki kelebihan berupa akal dan dengan berbekal akal itulah manusia bisa menjadi khalifah dimuka bumi ini. Selaku khalifah tentunya harus memiliki suatu rencana untuk masa depan dan sudah tentupula rencana itu diawali oleh niat yang akhirnya merupakan suatu tujuan yang akan dicapai.
Pada saat kita mempunyai suatu niat tentu ada sesuatu yang ingin kita capai, maka didalam merealisasikan suatu niat biasanya di-ikuti rentetan rencana dan melalui rencana inilah kita mengawali dari apa yang ingin kita capai. Begitu pula pada masing-masing orang tentu akan bertanggung jawab terhadap nasibnya karena tidak seorang pun dapat merubah nasib orang lain melainkan orang tersebutlah yang dapat merubah nasibnya sendiri. Dan bahkan ALLAH sendiri telah mengatakan”aku tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri”, dari kalimat tersebut sangat jelas bahwa perubahan itu harus datang dari diri kita sendiri dan bukan berharap dari orang lain atau kepada SANG MAHA KUASA .

Jadi mulai detik ini apakah sobat mau berubah dan diikuti oleh niat dan keyakinan yang mantap ?

Note: tasdik = tersembunyi
lafal = ucapan

-----------------------

Penulis : Bapak salim Bin Isa

Kamis, Mei 14, 2009

Kegagalan Akibat OBAMA

oleh C. Puthut W.

Kegagalan melakukan sesuatu atau menciptakan sesuatu yang kita inginkan, tentu saja harus dimaknai sebagai ketidakmaksimalan dalam melakukan proses eksekusi maupun ketidakmaksimalan dalam proses niat dan berpikir.

5 (lima) pola pikir yang mengganggu terciptanya kesuksesan adalah :

O jo dumeh (Jangan sombong), kesombongan adalah dosis kepercayaan diri yang berlebihan, merasa hanya diri sendiri yang mampu dan orang lain tidak mampu, akan membuat kita tidak memiliki kewaspadaan untuk membuat action-action terukur serta langkah antisipasinya untuk menggapai target yang kita inginkan.

B ondo nekad (Tanpa perhitungan), didalam sebuah kesuksesan membutuhkan skenario dan perencanaan yang matang. Sukses tidak pernah sekedar berbekal kemauan yang kuat, tetapi harus diikuti dengan “tahu caranya” dan “tahu mempertahankannya”.

A ngger-angger sing nerak wewaler (Dengan segala cara), menghalalkan segala cara untuk meraih yang kita inginkan akan menjauhkan kita dari kebahagiaan pada saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

M erkengkong (Mengambil keputusan dengan ragu-ragu), setiap kali perjalanan kehidupan memasuki fase perubahan menuju lebih baik, maka akan memunculkan berbagai pilihan. Mengambil keputusan dalam posisi keragu-raguan adalah awal dari sebuah proses yang membuka peluang tidak berhasilnya lebih besar.

A na takerane ( Ada ukurannya), pola pikir bahwa semua orang ada ukuran suksesnya masing-masing adalah pembunuh spirit nomor 1.

Tamu Kita Bernama Kesempatan

Dikutip dari Buku TIME TO CHANGE Hari Subagya

Small opportunities are often the beginning of great enterprises. Kesempatan itu ibarat sebuah pintu atau sebuah ujung gang yang memiliki jalan-jalan yang panjang. Jalan di balik pintu itu begitu hebat, yang makin lama makin membesar dan mulus, walau tampak di permulaannya hanya sebuah pintu sempit yang tidak menarik.

Di dalam pintu kesempatan, selalu tertulis “Dorong!” Maka jika anda mendorongnya dan masuk, maka anda akan melihat keindahan dan kenikmatan di dalam menelusuri jalan-jalan di balik pintu kesempatan.

Untuk bisa meraih kesempatan anda harus menjadi orang yang optimis. Ini adalah syarat mutlak. Orang yang pesimis tidak akan pernah mendapat kesempatan. Kesempatan hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang memiliki keberanian dan optimisme.

Orang pesimis selalu melihat kesulitan-kesulitan setiap ada kesempatan, sedang orang optimis, mampu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan yang mereka temui. Orang pesimis akan selalu berfikir tentang keamanan mereka, bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu. Sepertinya orang yang pesimis lebih takut menghadapi kehidupan ini dari pada sebuah kematian.

Apakah anda termasuk orang yang pesimis? Sekarang saatnya anda bangun mental anda untuk menjadi orang yang optimis dan percaya diri. Tidak ada yang perlu ditakuti, kecuali ketakutan itu sendiri.

Sekarang saatnya anda membuang bayang-bayang seram yang bersarang di kepala anda. Ganti dengan gambaran indah tentang kesuksesan. Penuhi diri anda dengan optimisme, sehingga anda bisa melihat datangnya tamu yang bernama “Kesempatan.”

Anda mulai bisa menyapa dengan ramah, berjabat tangan dan memeluknya dengan penuh gairah. Kesempatan sering kali datang dan pergi tanpa kita bisa melihatnya. Kesempatan sering kali datang dan pergi tanpa kita mengambilnya. Optimisme anda akan membantu melihat kesempatan-kesempatan yang ada.

Mulailah bersikap optimis, berfikir positif dan berani mengambil resiko. Orang tidak akan menemukan daratan baru tanpa meninggalkan pantai yang ada. Anda akan tetap seperti sekarang, jika tidak berani untuk berubah.

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”Mark Twain

Selasa, April 14, 2009

Rumus Baku Menulis 5 W + 1 H

Tips Menulis
Rumus Baku Menulis 5 W + 1 H
Author :
ilustrasi menulis { adipurba }

VIVAnews – Menulis itu gampang-gampang susah. Susah karena biasanya bingung bagaimana harus memulai. Bingung apa yang akan diceritakan. Rumus dasar yang tak lekang dimakan waktu soal tulis menulis ini adalah 5W + 1 H ( What, Who, When, Where, Why, dan How).

Rumus itu berlaku universal dan mencakup hal-hal dasar yang harus dipenuhi untuk kelengkapan sebuah tulisan apapun, tak melulu berita.

WHAT adalah apa yang ingin kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan dalam tulisan. Bisa soal jalanan berlubang di sekitar rumah yang tak kunjung diperbaiki, limbah sampah yang tidak ditangani dengan baik hingga mengganggu lingkungan, atau soal elpiji yang belakangan sering meledak. Apapun yang menarik perhatian Anda dan dan anda pikir layak diketahui orang lain.

Apa yang ingin kita tulis ini menjadi landasan untuk menentukan W yang lainnya. WHO adalah siapa tokoh yang terlibat dalam topik yang kita tulis. Bila si tokoh tak cukup dikenal oleh pembaca, maka kewajiban kita untuk “memperkenalkan” si tokoh dengan menjelaskan siapa dan apa perannya dalam peristiwa yang kita tulis.

W yang ketiga adalah WHEN adalah waktu kejadian dari peristiwa yang kita ceritakan (what). Kemudian W keempat WHERE, yaitu tempat dimana peristiwa terjadi. W terakhir adalah WHY adalah mengapa terjadi peristiwa. Latar belakang dari peristiwa inilah yang biasanya menjadi bagian paling menarik dari peristiwa.

Satu satunya H adalah HOW,yaitu menerangkan bagaimana peristiwa terjadi, proses, dan kronologi. Ini unsur-unsur dasar yang harus dipenuhi agar sebuah tulisan bisa disebut lengkap dan informatif.

Jangan lupa soal akurasi atau ketepatan data dalam memenuhi unsur-unsur tulisan tersebut. Hal ini sangat penting untuk menghindari terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang kurang akurat.

Selanjutnya tinggal masalah detil, tata bahasa dan soal pilihan kata, yang bisa dipelajari dalam tahap berikutnya.

• VIVAnews