Jumat, Juli 15, 2011

HARRY POTTER & THE DEATHLY HALLOWS (HARRY POTTER & RELIKUI KEMATIAN)



Meninggalkan rumah Dursley

Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada akhirnya" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya tidak belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux Voldemort.


Pencarian Horcrux


Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.

Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap.


Relikui Kematian
Simbol Relikui Kematian (the Deathly Halows)



Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relikui Kematian (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.

Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.


Pertempuran Hogwarts

Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks Lupin, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.

Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia" atau kembali hidup di dunia.

Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.

Epilog

Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.

Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.

Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.
Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.
Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.

Copyed form http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_Potter_dan_Relikui_Kematian

Rabu, Juni 15, 2011

Peduli AXIC untuk Penyu Indonesia


Bertempat di Hotel Marbella Anyer - Banten, pada Sabtu, 11 Juni 2011, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menyelenggarakan Gathering komunitas Daihatsu, dengan thema "Penyu Untuk Indonesia". Dengan menggandeng beberapa perusahaan yang peduli dengan kelestarian satwa langka ini diantaranya Autobild Indonesia, National Geographic Indonesia, Harian Seputar Indonesia, Metro TV, MRA Media Group dan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club) sebagai salah satu Komunitas yang selalu aktif mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Daihatsu tidak luput ikut memeriahkan acara tersebut, dengan menurunkan tak kurang dari 35 Kendaraan, AXIC berkomitmen mensukseskan acara yg digagas oleh Daihatsu tersebut.

Dalam pengumuman sementara, AXIC berhasil sebagai pengumpul Donasi terbanyak sementara dibandingkan dengan komunitas lain.

"Sudah menjadi komitment AXIC untuk selalu mendukung kegiatan positif yang di gagas oleh ATPM, acara ini sangat baik, guna menggugah kepedulian para member AXIC terhadap keberadaan Penyu di Indonesia", pungkas Chairul Putra, selaku Sekum AXIC.

Pengumpulan dana akan dilakukan hingga Oktober tahun ini lalu dilanjutkan dengan perjalanan bersama (ecotrip) 100 orang donatur pada Desember untuk melepaskan tukik (bayi penyu) ke laut.

CEO Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Suparno Djasmin menargetkan pengumpulan dana Rp750 juta dan nantinya akan disumbangkan dalam bentuk peralatan dan bahan kepada lima lokasi konservasi penyu.

Daerah konservasi yang akan menerima bantuan peralatan dan bahan adalah Pantai Pangumbahan di Ujung Genteng, Prancak di Bali, Alas Purwo di Banyuwangi, Way Tembulih di Lampung serta Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Indonesia adalah habitat enam dari tujuh spesies penyu yang ada di seluruh dunia. Hanya satu dari seribu telur penyu yang menetas akan tumbuh hingga menjadi penyu dewasa (20-25 tahun). [Hadie 3024]

Senin, Maret 28, 2011

Always Drive Safe, No Texting while You Drive


Garda Oto bekerjasama dengan Daihatsu menggelar kampanye aman berkendara bertajuk “ Always Drive Safe-Daddy’s day Care” di Taman lalu lintas Cibubur, Sabtu (26/3).

Kampanye ini juga mencanangkan “No Texting while You Drive”, yaitu himbauan agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara, yang tanpa disadari berpotensi besar menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kampanye yang melibatkan ayah dan anak ini diikuti 150 pasangan ayah dan anak, mereka diajak untuk mengetahui bagaimana cara berkendara dengan baik dan aman.

Kampanye untuk anak-anak ini dibagi menjadi lima sesi.Untuk sesi pertama dan kedua, anak-anak diberikan pengetahuan bagaimana berkendara dengan aman serta info rambu-rambu lalu lintas. Dilanjutkan pada sesi ketiga, anak-anak diminta untuk mempraktekkan bagaimana berkendara dengan baik dan aman melalui gam simulasi.

Pada sesi keempat anak-anak diajak berkeliling taman lalu lintas untuk melihat rambu-rambu yang telah mereka pelajari sebelumnya. Pada sesi terakhir, anak-ana berkesempatan berkeliling taman lalu lintas menggunakan karting, dengan syarat mereka harus mematuhi semua peraturan lalu lintas yang ada.

Para ayah yang turut serta dalam kampanye ini juga tak mau ketinggalan. Mereka mendapat penjelasan mengenai bahaya-bahaya yang mungkin terjadi jika berkendara tidak dilakukan dengan baik, yang disampaikan langsung Jusri Puluhubu dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).

“ Setelah anak-anak mendapatkan pelajaran mengenai tatacara berkendara yang aman dan baik, mereka akan menyampaikannya kepada sang ayah. Diharapkan melalui pesan anak ini, penerapan disiplin berkendara dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Iwan Pranoto, Head of Marketing Communication & Public Relations, Asuransi Astra

Divison Head Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Elvina Afny menambahkan, selain bisa memberikan pengetahuian kepada orang tua dan ank mengenai cara berkendara yang aman dan baik, acara ini juga diharapkan bisa mendekatkan hubungan antar keduanya.”

“Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah wadah bagi ayah dan anak untuk meluangkan waktu bersama disela-sela kesibukan ayah untuk bekerja,” imbuh Elvina.

Acara tersebut diikuti oleh 150 pasangan ayah dan anak yang berasal dari pelanggan setia Garda Oto dan sejumlah komunitas klub Daihatsu seperti AXIC (Avanza-Xenia Indonesia Club),TERUCI (Terios-Rush Club Indonesia), SIC (Sirion Indonesia Club), Maxio (Gran Max – Luxio),ZEC (Zebra Club), CCI (Ceria Club Indonesia), TDI (Taft Diesel Indonesia), CWINDO (Classing Winner Indonesia), TO (Taruna Owners). dan DTC (Daihatsu Taruna Club)

Jumat, Maret 11, 2011

Hingar Bingar Indosat Awards 2011


Sebuah kehormatan, penulis diundang untuk menghadiri acara Anugerah Indosat Awards 2011, untuk pertama kalinya diselenggarakan, guna menghargai karya anak negeri, bertempat di Ballroom Ritz Chalton Hotel.

Banyak sekali artis betaburan di acara tersebut, belum lagi saat coctail party, “sangat” mengusik penulis untuk tidak bisa diam, jepret sana jepret sini… begitu “Mudah”nya foto dengan pejabat yg hadir, artis2 terkenal, cukup hampiri, kemudian permisi untuk berfoto bersama…. sungguh… sebuah kesempatan yang langka yang tidak mudah terulang lagi :)..

Dibalik hingar-bingarnya acara tersebut, sungguh patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Indosat, yang telah “mulai” menjadi bagian institusi yang peduli kepada karya anak bangsa..

Sebuah penghargaan, sejatinya adalah pengejawantahan kristalisasi keringat yang telah di buat oleh musisi-musisi Indonesia, dalam moment yang sangat PAS dimana Hari Musik Indonesia baru saja kita rayakan, perhelatan Indosat Awards 2011 menjadi kado istimewa bagi para musisi yang berhasil meraih penghargaan, maupun insan musik tanah air pada umumnya..

Maju terus Musik Indonesia, semoga terus dan terus mengedepankan kualitas, guna semakin mengharumkan nama bangsa… Bangsa Indonesia…

Berikut para pemenang selengkapnya :

Artis Pop Pria Populer - Afgan Syah Reza
Artis Pop Wanita Terpopuler - Astrid Sartiasari
Grup Pop Terpopuler - Ungu
Lagu Pop Terpopuler - Percaya Padaku - Ungu (menang)
Artis/Pop Melayu Terpopuler - ST12
Lagu Pop Melayu Terpopuler - Empat Mata - D’Bagindas
Grup Pop Rock Terpopuler - Kotak
Lagu Pop Rock Terpopuler - Pelan-Pelan Saja - Kotak
Grup Rock Terpopuler - Andra & The Backbone
Lagu Rock Terpopuler -Sang Pemimpi - Gigi
Artis/Grup Pop Jazz Terpopuler - Tompi
Lagu Pop Jazz Terpopuler - Aku Jatuh Cinta - Tompi
Artis/Grup R&B/Rap/Dance Terpopuler - Bondan Prakoso & Fade 2 Black
Lagu R&B/Rap/Dance Terpopuler - Kita Selamanya - Bondan & Fade2Black
Artis/Grup Dangdut Terpopuler - Melinda
Lagu Dangdut Terpopuler - Cinta Satu Malam - Melinda
Kolaborasi Terpopuler (All Genre) - Shireen Sungkar & Teuku Wisnu
Album Terpopuler (All Genre) - 1000 kisah Satu Hati - Ungu

Kategori Khusus:
1. Lifetime Achievement Award - Addie MS
2. Most Inspiring Artist of The Year Award - RAN
3. I-Ring Award - Aisitheru- Zivilia
4. Legend Award - Benyamin Sueb

(Hadie3024)

Senin, Februari 28, 2011

Tulusmu... membuatku tenang...



Tak terasa... bertahun sudah kubersama... tiada asa kecewa apalagi duka...

Kau rela berpeluh kesah... membantuku dan mobilku tiada resah..
Mobil penggantimu membuatku tenang.. hingga aku terasa selalu senang...

Kau terbaik untukku... tiada lain yang dapat menggantikanmu.. Bimbangku dulu, tak ada lagi... karena garda oto paling mumpuni..

Layananmu sepanjang jalan... siap siaga melayani kawan... Dont Worry Be Happy... Garda Oto selalu di hati...

Jumat, Februari 25, 2011

My Dear "Garda Oto"....


Lama ku kenal dirimu, dari banyaknya cerita manis tentangmu, segala pengorbananmu kepada sahabat2ku.. namun... ku masih tak melihat yg istimewa pada dirimu....

Sekian tahun sudah kubersama dengan yg lain... begitu susah dan duka kurasa, ketika melakukan klaim asuransi... hingga terasa, tak adil aku memperlakukan Mobil ku..

Hingga suatu ketika, ku melihat sendiri, bagaimana dirimu begitu tulus, membantu.. di pinggir tol kebon jeruk... kulihat Kau menepi, menghampiri sabahatmu yg terundung masalah, hujan gerimis tak kau hiraukan... hanya untuk membantu tulus dan sungguh-sungguh...

Sejak saat itu, cintaku mulai tumbuh kepada mu garda Oto, selalu memberi senyum dan selalu berharap dapat membuatku tersenyum.. kau selalu berkata "Dont Worry be happy"..

Kini... kau setia mendampingiku, bersamaku.. selalu menjaga dan melindungi Mobilku...

Iam Happy.. Garda Oto... Semoga kita selalu bersama... sekarang... selamanya...

"Dont Worry be Happy" always.. forever...