Kamis, September 25, 2008

Sebelum Menjalankan Pengendalian Mutu

Team Pengendali Mutu harus mempersiapkan hal-hal penting sebelum menjalankan tugasnya di dalam lingkungan produksi. Sebagai lapisan untuk mempertahankan kualitas produk, Pengendali Mutu perlu memahami langkah-langkah dasar sebelum masuk ke ruang produksi.

Prosedur
Di luar pengetahuan teknis, sebaiknya sebuah pabrik bisa memiliki buku panduan bagi team Pengendali Mutu tentang bagaimana pekerjaan ini harus dilakukan. Buku panduan tersebut akan membantu para Pengendali Mutu dalam mengatur jadwal atau ketika terjadi konflik di dalam proses produksi. Informasi dasar yang perlu di tuangkan dalam buku panduan tersebut meliputi (5W + 1H), yaitu Why, What, Who, Where, When + How.Penjelasan 'Mengapa, Apa, Siapa, Di Mana, Kapan dan Bagaimana menjalankan kontrol kualitas secara detail di dalam buku prosedur akan sangat bermanfaat.

Dokumentasi Produk
Penting sekali untuk memahami detail Spesifikasi atau desain yang diinginkan oleh CUSTOMER, bukan oleh pabrik. Cara paling efektif dan terbaik adalah dengan menyediakan gambar kerja secara detail, daftar spesifikasi produk dari bahan dasar hingga finishing akhir. Team Pengendali Mutu harus benar-benar memahami dokumentasi tersebut 100% sebelum memasuki ruang produksi.

Sampel Produk
Cara yang paling cepat, mudah dan efisien adalah dengan memiliki sampel yang telah diperiksa bersama-sama oleh bagian desain, produksi dan pemasaran. Ketika keseluruhan team kerja setuju dengan sampel yang ada, sampel ini sebagai kunci bagi Pengendali Mutu untuk pedoman menentukan standar kualitas di ruang produksi.Kelemahan dari sampel fisik seperti ini timbul ketika umur sampel sudah terlalu lama. Warna, kehalusan dan bentuk detail seringkali berubah ketika sampel tersebut terletak beberapa lama di ruang produksi, apalagi jika tidak terawat dengan baik.

Regular Testing
Yang dimaksud di sini adalah pengetesan terhadap produk secara periodik ketika produk tersebut masih di dalam ruang produksi (Injection, assembling, printing). Team Pengendali Mutu perlu mengetahui beberapa cara pengetesan sederhana terhadap produk sebelum produk tersebut masuk ke bagian pengepakkan. Pemikiran bersama di depan sampel akan sangat efektif untuk memperoleh ide-ide tersebut.Rutinitas ini juga bisa dimasukkan ke dalam buku prosedur apabila diperlukan.

Troubleshooting
Apa yang seringkali saya lihat di lapangan bahwa Pengendali Mutu bahkan tidak mengetahui setting mesin yang sedang dikerjakan di produksi. Seorang Pengendali Mutu, menurutnya hanya bertugas untuk memeriksa bahwa, misalnya, hasil pengerjaan mesin halus tanpa cacat, MC masih di bawah standar kualitas dsb.

Jika kita lihat dari satu sisi, bisa jadi dia benar karena yang lebih bertanggungjawab untuk memeriksa apakah jenis bahan baku atau mesin yang digunakan sesuai dengan spesifikasi produk adalah bagian bahan dan ppic sebelum masuk ruang mesin untuk proses produksi. Dari sisi lain, jenis bahan yang digunakan adalah pengetahuan paling dasar yang harus diketahui oleh Pengendali Mutu di lini produksi manapun.

Selasa, September 23, 2008

Peralatan Pokok Untuk Peralatan Pokok Untuk Pengendali Mutu

Artinya beberapa alat kerja yang harus dimiliki oleh seorang Pengendali Mutu baik untuk inspeksi barang masuk, inspeksi sepanjang proses produksi maupun inspeksi akhir sebelum pengiriman. Khusus untuk Pengendali Mutu di area finishing mungkin beberapa alat berikut tidak begitu penting dan mutlak dimiliki. Pengendali Mutu Finishing memiliki skill dan alat bantu inspeksi tersendiri.

Caliper dan/atau Meteran
Paling diperlukan saat melakukan inspeksi terutama dalam pengecekan ukuran apakah sudah sesuai dengan spesifikasi produk.

MC meter
Sebagaimana seorang sopir tanpa Surat Ijin mengemudi (SIM), seorang Pengendali Mutu tanpa MC meter tidak mungkin bisa melakukan tugasnya dengan baik. MC meter ini penting sekali pemakaiannya apabila sebuah pabrik membeli kayu gergajian dari pabrik lain. Pada tahap inspeksi di jalur produksi, alat ini harus senantiasa digunakan untuk kontrol kualitas MC komponen.

Approved Sample
Setiap jenis barang ataupun material harus ada contoh yang telah disetujui. Dan contoh barang tersebut harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau oleh Pengendali Mutu agar pada waktu melakukan pengecekan mereka bisa langsung membandingkan barang produksi dengan sample.Sample yang dimaksud juga termasuk sample warna untuk Pengendali Mutu di area finishing.

Dokumen Spesifikasi
Bisa berupa Bill of Material, design produk, detail spesifikasi, atau foto-foto khusus tentang detail yang spesial.

Alat tulis atau stempel
Yang terakhir disebutkan di atas bisa berupa spidol, pensil, atau stiker yang berfungsi untuk memberi tanda pada produk yang memiliki masalah kualitas. Informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi bagian produksi untuk mengetahui bagian mana yang bermasalah dan harus diperbaiki.

Hal tambahan lain yang diperlukan dan bisa menambah performa para Pengendali Mutu bisa pula disediakan obeng, cutter dan peralatan kerja sederhana yang lain. Walaupun di area produksi alat-alat tersebut pasti tersedia akan tetapi ini dimaksudkan agar Pengendali Mutu bisa melakukan perakitan dengan alat sederhana tersebut.

Area Penting Untuk Pengendali Kualitas

Ada 4 departemen utama dalam sebuah pabrik kayu yang membutuhkan keberadaan team Pengendali Kualitas. Dengan adanya team yang baik pada departemen tersebut diharapkan kualitas barang hasil produksi dan efisiensi kerja akan menjadi semakin baik.

Satu
Incoming material, memeriksa semua bahan baku produksi sebelum memasuki proses produksi. Paling utama bisa dilakukan pada waktu membeli kayu gelondongan atau kayu gergajian. Pemeriksaan terhadap perlengkapan perabot (hardware) juga sebaiknya dilakukan. Ada metode-metode khusus tentang tata cara melakukan kontrol kualitas terhadap bahan baku tersebut di atas.

Dua
Proses produksi, ini merupakan team paling besar dalam sebuah organisasi quality control karena jangakauannya sangat luas tergantung dari kapasitas produksi pabrik. Berawal dari pembahanan, proses mesin, perakitan (assembling) dan pengamplasan.

Tiga
Finishing, sebaiknya terdiri dari team yang memiliki kemampuan teknik tinggi dalam industri kayu. Tentu saja mereka harus menguasai sebagian besar jenis finishing untuk kayu. Pada bagian ini yang memiliki kontribusi besar tentang jumlah barang yang ditolak atau yang diterima.

Empat
Final Inspection, biasanya dilakukan oleh pihak ketiga sebagai kontrol terakhir sebelum barang dikirim. keberadaan Pengendali Kualitas di departemen ini biasanya masih menjadi 'tabu' bagi sebuah pabrik karena rata-rata pabrik percaya bahwa apabila team Pengendali Kualitas di 3 area yang disebut di atas bekerja dengan baik maka proses di area ke-4 tidak dibutuhkan.

Tentang jumlah, titik-titik penting dan tata cara inspeksi di 4 area tersebut akan ditulis di bagian lain.

Prosedur Pengendali Mutu

Beberapa rekomendasi di bawah ini mungkin tidak semuanya bisa diterapkan secara langsung dengan mempertimbangkan jenis barang dan sifat konsumen. Kami berusaha agar prosedur ini secara umum bisa mewakili seluruh kegiatan Pengendalian Mutu di lapangan terutama Pengendalian Mutu untuk inspeksi sebelum pengiriman.Artikel ini khusus diperuntukkan bagi anda yang bekerja sebagai Pengendali Mutu atau mempersiapkan buku manual untuk Pengendali Mutu.

Pastikan bahwa anda sudah memiliki dokumentasi lengkap tentang produk yang akan diinspek. Dokumen tersebut harus meliputi paling tidak spesifikasi produk, order quantity, dan aturan dasar inspeksi.

Peralatan Pengendali Mutu harus tersedia dan bekerja dengan baik misalnya meteran/kaliper, MC meter, obeng atau allen key (jika perlu), contoh warna dan lainnya.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara global dahulu berawal dari packing dan jumlah barang yang tersedia apakah telah mencukupi kebutuhan. Ini penting untuk dimasukkan ke dalam laporan inspeksi.

Pemeriksaan tentang kualitas penggunaan material utama pada perabot. Misalnya material utama adalah MDF, periksa apakah benar bahwa bahan yang dipakai adalah MDF? Bukan material yang lain?. Atau apabila material utamanya adalah kayu solid, periksa apakah jenis kayu yang digunakan sesuai dengan spesifikasi.

Kualitas pengerjaan sebagai bagian lain yang harus diperiksa. Cek kualitas pengerjaan mesin dan perakitannya, dan periksa pula kualitas penyetelan pintu dan laci (bila ada).

Periksa kualitas dan jenis finishing yang digunakan. Pastikan bahwa finishing sesuai dengan spek dan kualitasnya sesuai dengan standar yang telah disepakati bersama terutama warna finishing.

Hardware atau perlengkapan perabot menjadi bagian selanjutnya untuk diperiksa. Pemeriksaan meliputi kualitas hardware, pemasangan pada perabot dan jumlah perlengkapan.

Bagian akhir untuk pemeriksaan yang tidak kalah penting adalah dengan cara menggunakan produk yang sedang diinspek sesuai dengan fungsinya. Misalnya kursi, cobalah dengan duduk pada kursi tersebut. Dan apabila anda sedang inspek laci, cobalah membuka laci tersebut selama beberapa kali untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang akan didapati oleh konsumen pada waktu membeli barang tersebut.

Terlepas dari semua proses tersebut di atas, akan penting sekali apabila saat anda melakukan perakitan (untuk produk knock down) dengan dibantu oleh orang lain yang tidak mengerti sama sekali tentang teknis. Hal ini akan sangat baik untuk mengetahui apakah produk anda memang layak untuk dipasarkan. Di luar sana banyak orang yang tidak mengerti teknis tetapi harus melakukan perakitan furniture yang telah mereka beli. Di Indonesia rutinitas yang ada biasanya akan menyuruh orang khusus yang mengerti untuk membantu merakit produk tersebut.Tapi apabila anda memproduksi produk ekspor? Apakah mereka akan memiliki orang khusus seperti itu? Jawabannya adalah 'Ya' tapi ongkos untuk itu bisa jadi lebih mahal daripada harga produk anda....

Material Safety Data Sheet

Material Safety Data Sheet lebih dikenal dengan singkatan MSDS merupakan sebuah dokumen yang berisi tentang informasi kandungan fisik dan kimia sebuah produk. MSDS dipersiapkan oleh produsen dan selalu (seharusnya) disertakan di dalam setiap kemasan bahan dan produk finishing.

MSDS memuat informasi tentang kandungan bahan kimia yang berbahaya di dalam bahan finishing. Setiap produsen diharuskan menyediakan MSDS dengan informasi yang benar dan akurat. Lebih dari itu MSDS juga berisi tentang petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja dalam hubungannya dengan bahan kimia tersebut.

Membaca MSDS

Tidak terdapat aturan khusus tentang format/layout dokumen MSDS, akan tetapi isi dari setiap MSDS memiliki kandungan yang sebagian besar sama. Yang jelas judul merupakan nama dari bahan kimia dan 'julukan' bahan tersebut, yang biasanya nama ini diberikan oleh produsen cat.

Bagian 1 - Supplier's Information

Nama, alamat, dan nomor telepon pabrik yang memproduksi.
Tanggal MSDS dibuat

Bagian 2 - Hazardous Ingredients/Komposisi

Nama kimia bahan finishing termasuk prosentase dan volume per liter
Batas kandungan maksimal yang diijinkan (batas berbahaya) dalam hubungannya kontak dengan tubuh manusia sesuai dengan standar internasional (umumnya ANSI atau OHSA)
*)Komposisi yang detail (tepat) biasanya tidak akan ditulis di MSDS mengingat hal ini merupakan 'bumbu rahasia' bagi produsen bahan finishing. Akan tetapi bahan yang secara umum digunakan harus dicantumkan.

Bagian 3 - Physical/Chemical Characteristics

Informasi tentang titik didih dan/atau suhu maksimal untuk bahan tersebut mencair
Rasio penguapan atau menyublim atau pengaruhnya terhadap kondisi sekitarnya.
*) Bagian ini akan menunjukkan kepada anda batas atau saat material tersebut bisa berubah bentuk (mencair, menyublim atau membeku)

Bagian 4 - Fire & Explotion Hazard

Batas maksimal bahan tersebut mampu memercikkan api.
Sifat bahan terhadap api dan ledakan.
Bagian ini akan menunjukkan kepada kita seberapa besar resiko bahan kimia tersebut terhadap api dan resiko kebakaran sehingga kita bisa mengantisipasi jarak aman api terhadap bahan finishing.

Bagian 5 - Reactivity Data

Berisi tentang reaksi bahan kimia (finishing) apabila tercampur dengan bahan lain seperti air, minyak, udara atau bahan kimia lain.
Menjelaskan situasi dan kondisi apa yang harus dihindari untuk mencegah resiko reaksi bahan tersebut.

Bagian 6 - Health Hazard (Bahaya Kesehatan)

Menjelaskan berbagai cara bahan kimia bisa memasuki tubuh manusia (pengguna) misalnya dengan cara penyerapan melalui kulit, pernafasan dan lainnya.
Informasi tentang gejala dan akibat terhadap kesehatan apabila tubuh kita terjadi kontak dengan bahan tersebut.
Alergi yang mungkin ditimbulkan (iritasi kulit, mata dan lainnya).
Menjelaskan tata cara penyelamatan apabila terjadi kontaminasi.

Bagian 7 - Precautions

Instruksi yang benar tentang tata cara menggunakan bahan kimia tersebut dan cara pembuangannya.
Penjelasan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan apabila bejana penyimpan bahan kimia bocor atau menguap.

Bagian 8 - Control Measures

Informasi tentang daftar alat bantu dan pelindung yang perlu pada saat pemakaian bahan kimia tersebut.
Cara praktis untuk tetap bekerja secara higienis dengan bahan kimia.

Maintenance

Agar kesehatan dan keselamatan kerja terutama di departemen finishing senantiasa terjada sebaiknya lakukan dan terapkan hal-hal berikut dalam hubungannya dengan MSDS.1. Pastikan SEMUA bahan kimia di dalam pabrik dilengkapi dengan MSDS2. Berikan pelatihan kepada petugas di lapangan tentang MSDS dan perawatannya, khususnya ketika membeli bahan kimia tipe baru.3. Selalu letakkan MSD di dalam gudang bahan finishing sehingga mudah dijangkau oleh setiap orang yang bekerja di dalamnya.4. Sediakan selalu MSDS yang paling UPDATED.5. Ikuti petunjuk penyediaan alat keselamatan pribadi dan sediakan senantiasa PPE (Personal Protective Equipment) di area bahan kimia.

ref: Clarion Univ

Mengapa Harus Ada Kendali Mutu ?

Pada jenis produksi barang apapun dari pembuatan furniture, tekstil, elektronik bahkan pabrik makanan peran sebuah team Pengendali Mutu sangat penting sekali. Para pekerja di dalam sebiah line produksi memiliki tugas utama untuk menjalankan proses seperti yang sudah direncanakan. mereka memilik itarget dan perhatian utama terhadap efisiensi bahan baku, kuantitas, dan kecepatan produksi. Pada waktu para pekerja berkonsentrasi untuk mendapatkan target tersebut sebagai prioritas utama, kualitas barang sering kali tidak diperhatikan.

Di sinilah peran para Kendali Mutu dibutuhkan. Mereka yang akan selalu memberikan petunjuk dan peringatan terhadap team produksi untuk selalu menjaga kualitas sesuai dengan yang diinginkan oleh pembeli. Dalam situasi ini akan tercipta sebuah konflik di antara produksi dan Pengendali Mutu. Satu pihak menjadikan kapasitas produksi sebagai prioritas utama, di pihak yang lain ingin menjaga kualitas pada satu level tertentu dan tidak menguatirkan tentang kecepatan.

Ini sebuah konflik yang baik karena ketika konflik itu terjadi akan ada suatu kerjasama dari kedua belah pihak untuk menjaga prioritas masing-masing. Di dalam beberapa pabrik yang saya pernah kunjungi masih menempatkan Pengendali Mutu di bawah manajemen produksi dan tentunya ini berpotensi menjadi masalah bagi pabrik. Lebih sedikit konflik karena keputusan Pengendali Mutu akan dikesampingkan oleh kepala produksi dan potensi terjadi 'claim' dari pembeli karena kualitas yang tidak terkontrol baik.

Struktur organisasi yang paling ideal adalah menempatkan Team Pengendali Mutu secara independen tanpa ada tekanan dari pihak manapun kecuali standard kualitas yang telah ditetapkan bersama di dalam suatu pabrik. Dan sebaiknya hanya ada satu pimpinan yang akan mengakomodasi konflik tersebut.