Selasa, Mei 04, 2010

MYELIN - Restorasi Perubahan Diri Melalui Mobilisasi Intangibles - Part 1

Myelin, Mobilisasi Intangibles Menjadi kekuatan Perubahan,

Oleh : Rhenald Kasali
-----------------------------------------------------------
--- Tulisan Pertama dari Tiga Tulisan ---
-----------------------------------------------------------

Diakui atau tidak, pengagungan terhadap otak masih terus berlangsung hingga detik ini. Kekuatan otak menempati posisi terhormat dibanding potensi kekuatan lain yang melekat pada seseorang. Kondisi itu, tak ayal membuat perhatian penuh dan tidak jarang menjadi ladang untuk berinvestasi dalam meraih sukses.

Yang menarik," produksi atas kesalahan itu pun dengan leluasa mengisi lingkungan, anak didik, karyawan dan. para eksekutif. Jadi, tidak aneh jika kemudian pola pikir hanya terkonsentrasi kepada hal-hal yang kasatmata. Efeknya, jelas apa-apa diukur berdasar hal-hal yang tampak (tangible). Kekayaan atau tambang emas yang terlihat menjadi sandaran dan prasarat dalam menilai kesuksesan. Akibat mindset yang terbangun demikian, tidak jarang dijumpai perilaku serampangan tersaji dalam lapangan kehidupan. Tata nilai dan reputasi yang mestinya menjadi senjata dalam meraih sukses jauh panggang dari api kehidupan. Pendeknya, drama kehidupan yang dipertontonkan monoton dan gersang.

Kalau ditelisik, kesalahan itu bermuara pada pemberian singgasana terhormat pada suatu memori, yaitu brain memory. Eksplorasi pada brain memory sebagai sentral pengatur informasi dalam diri individu dan kehidupan manusia itu, telah mengabaikan memori lain yang tidak kalah hebatnya yaitu muscle memory. Muscle memory dalam khazanah ilmu biologi terdapat dan menyebar pada seluruh jaringan otot manusia.

Nah, kalau brain memory terbentuk lewat pengetahuan maka muscle memory terbentuk lewat serangkaian latihan yang dilakukan secara intens. Jika manusia membangun dan hanya mengandalkan brain memory-nya akan menjadi manusia formula, yang melihat dari kacamata pengetahuan. Sedangkan menusia yang hanya melakukan latihan akan bergerak reflektif, otomatis. Jadi, gabungan keduanya akan menghasilkan gagasan-gagasan brilian dan tindakan kreatif tiada akhir, yang berujung pada keunggulan daya saing.

Didalam buku ini disebutkan,berdasar riset yang dilakukan menyebut Muscle Memori itu sebagai Myelin. Secara sederhana Myelin bisa dimaknai seutas insulasi yang membungkus jaringan syaraf. Semakin intens seseorang berlatih dan terlibat langsung maka Myelin yang ada pada diri seorang akan semakin menebal dan hebat (hlm 7-8).

Tertulis dalam halaman tersebut,”Semakin intern seseorang terlibat dalam tindakan atau latihan, semakin tebal myelinnya dan semakin hebat ia bekerja” (Coyle, D (2009)

Dalam tubuh manusia lapisan myelin berwarna putih dan sering disebut While matter of the brain. Sebagai insulator Myelin berfungsi meningkatkan kecepatan arus informasi (dalam bentuk infulses) dan menyebarkannya ke seluruh jaringan otot. Semakin tebal lapisan myelin itu, semakin elision informasi beredar dan semakin cepat serta otomatis manusia melakukan gerakan yang aktraktif.

Tidak ada komentar: