Myelin, Mobilisasi Intangibles Menjadi kekuatan Perubahan,
Oleh : Rhenald Kasali
-----------------------------------------------------------
--- Tulisan Kedua dari Tiga Tulisan ---
-----------------------------------------------------------
Pada Hal 106, dituliskan, Semakin tebal lapisan (myelin) itu, semakin efisien informasi beredar dan semakin cepat serta semakin otomatis manusia melakukan gerakan. Teori Field (2008) mengatakan :
* Setiap gerakan, pikiran, dan perasaan manusia digerakan oleh electric signal yg bergerak melalui mata rantai jaringan syaraf.
* Myelin adalah insulasi yg membungkus mata rantai jaringan syaraf yang mempunyai peran untuk meningkatkan daya pancar, kecepatan, dan keakurasian sinyal yang dikirim.
* Semakn sering manusia “membakar” (memberi perintah atau menggerakan atau melatih diri) sirkuit tertentu, semakin optimal jaringan itu bekerja dan semakin kuat daya, kecepatan, serta kemahiran gerakan dan pikirian orang itu.
Ribuan kasus menyebut kehebatan yang ditunjukkan para juara diperoleh lewat latihan yang mendalam (deep practice). Dan hal itu, tidak harus dicapai oleh seseorang dengan IQ tinggi. Artinya, sukses tersebut tidak serta merta didukung oleh bakat semata tetapi juga kesempatan. Tetapi, konsep Myelin jauh dari itu yaitu pentingnya keterlibatan dalam latihan untuk mengisi kesempatan baik dengan atau tanpa bakat. Lihatlah Brazil yang tidak pernah putus melahirkan mahabintang dalam jagat mengolah si kulit bundar. Mcnurut penuturan penulis yang terjun ke sana langsung, pesepakbola professional bermain bola sepanjang 8 jam perhari. Sementara untuk masyarakat biasa setidaknya bermain sepak bola 2 jam per hari (hlm 107-110). Bandingkan dengan tim nasional kita.
Tetapi yang terjadi dilapangan adalah bahwa latihan yang melibatkan otot tersebut seakan-akan hanya monopoli kaum atlet. Padahal, fakta baru menunjukkan Myelin berada dibalik sukses artis besar, pelukis terkemuka, akademisi terpandang, keterampilan karyawan, bahasa tubuh pemimpin hebat, action oriented para entrepreneur sukses, dan terobosan yang dilakukan perusahaan inovatif yang disegani masyarakat.
Myelin erat kaitannya dengan kekayaan yang tidak tampak (Intangibles). Kekayaan itu macam kejujuran, brand image, keterampilan, reputasi, kepercayaan, gagasan, inovasi, disiplin, kerja keras, ber-tannggungjawab dan semacamnya. Kekayaan macam itu memang tidak bisa dilihat atau diraba tetapi bisa dirasakan. Karenanya, untuk memupuk harus dilakukan melalui latihan mendalam secara berlenajutan hingga terbentuk Myelin yang tebal dan berdaya saing.
Dalam dunia ekonomi bukan saatnya lagi mengandalkan asset-aset yang terlihat. Tengok saja, Negara-neraga tumbuh besar dan kuat bukan karena semata mendapat kekayaan alam melimpah dari warisan leluhurnya. Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Brazil. Canada, China, Singapura. India Malaysia, Vietnam dan Tailand menjadi besar dan kuat karena membangun negaranya di atas landasan Intangibles.
Dalam dunia usaha kurang lebih juga demikian. Perusahaan-perusahaan yang hanya fokus pada harta-harta fisik tidak akan berumur panjang. Intangibles harus dimobilisasi sedemikian rupa. Mulai dari penanaman disiplin, kejujuran, peningkatan keterampilan karyawan, brand image.
Itu penting agar performa perusahaan tetap terpelihara dengan bagus di mata konsumen. Kepercayaan yang sudah tertanam dibenak konsumen itulah kekakayaan sejati yang dimiliki oleh perusahaan. Kekayaan seperti tidak akan pernah dibajak dan ditiru oleh kompetitor. Sebab, untuk menirunya tidak mudah dan membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Lihat saja misalnya, ketika Tempo karyawannya dibajak oleh para kompetitornya. Tempo yang sudah lebih dulu mendapat kepercayaan dari konsumennya, tetap berdiri kokoh. Mereka tidak mengalami goncangan bahkan makin solid. (hlm 93-94).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar