Myelin, Mobilisasi Intangibles Menjadi kekuatan Perubahan,
Oleh : Rhenald Kasali
-----------------------------------------------------------
--- Tulisan Ketiga dari Tiga Tulisan ---
-----------------------------------------------------------
Ingat, hukum intangibles mengatakan, Seseorang bisa saja merampas sebagian harta nirwujud anda, tetapi mereka tidak bisa meraihnya dalam tempo sekejap semata-mata dengan membajak. Keterampilan (skills) bisa mereka rebut, tetapi teamwork, leadership, kepercayaan dan brand image mungkin tidak bisa.
Penulis membagi isi buku ini dalam tiga bagian dan Sembilan bab. Bagian pertama soal judul-judul pembuka, bagian kedua tentang apa yang dilakukan untuk memupuk intangibles, dan bagian terakhir aspek-aspek pembelajaran. Penulisnya pernah bemjar bahwa buku ini dipersiapkan sejak 10 tahun lalu dan dipersembahkan untuk memberi pencerahan soal perkembangan terkini dalam meraih sukses.
3 Bagian Besar dalam buku Myelin :
Buku Myelin (Brain Muscle) dibagi dalam tiga bagian besar dalam sembilan bab.
Pada bagian pertama, menjelaskan sukses luar biasa sejumlah tokoh mulai dari Susan Boyle hingga pegolf asal Korsel, Se Ri Pak. Di samping penjelasan seputar intagible (ruh usaha) serta hubungan antara ruh tadi dengan myelin.
Catatan inspiratif dalam bab tersebut :
“Kehebatan akan muncul dari melakukan hal yang sama dengan cara berbeda”,- BookerT.W
“Ada harga yang harus dibayar untuk bertumbuh, harga itu adalah KOMITMENT”,- Ed Cole
Bagian kedua, penulis memotret elemen-elemen penting yang membentuk myelin dan kekuatna intangible yaitu Cultur of Discipline, Intrapreneuring, Knowledge Management, Value Creation Discipline, dan Disipln Ekspansi.
Bagian ketiga, evaluasi dari pembelajaran dan peran myelin dalam upaya membangun kembali keunggulan dunia usaha Indonesia.
Terlepas dari adanya analisis seputar myeline dari sisi biologi yang menarik, buku ini juga menjadi semacam jawaban ilmiah dari buku Malcom Gladwell penulis Outliers (2008). Menurut Gladwell, sukses sejumlah tokoh The Beatles, Bill Gates, dan anak-anak China di bidang matematika bukanlah suatu kebetulan. Semua dapat dijelaskan secara matematis dan membutuhkan kerja keras.
Sukses The Beatles, pada 1964 ternyata setelah mereka melewati 1.200 kali naik panggung. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena mendapat pengalaman bermain setiap malam di klub-klub malam di Hamburg antara 1960-1962. Kasus serupa terjadi pada Bill Gates yang sejak kecil sudah hidup dalam ‘ruangan komputer.”
Artinya, kesuksesan setiap orang membutuhkan kerja keras. Daniel Coyle menyebut : Deep Practice X 10.000 hours = World Class Skill. Jam terbang yang semakin tinggi inilah yang membentuk myelin (brain muscle) atau tidak cukup hanya brain memories.
Dalam buku Myelin, penulis membuka rahasia sukses Susan Boyle yang muncul mengejutkan di Britain’s Got Talent—yang sempat dilecehkan Simon Cowell ketika baru tampil. Sukses atlet-atlet China dan sepakbola Brasil, serta Se Ri Pak yang memicu demam golf di seluruh Korsel. Kasus serupa terjadi pada Blue Bird, KKG, Adira Finance, Indocement, dan WIKA.
BEBERAPA CATATAN
Inspiratif Clue :
Saya pribadi, menyimpulkan beberapa inspiratif clue untuk dapat menjalankan myelin (minimal dalam sekala pribadi) :
“Jadikan setiap kegiatan menjadi kesenangan, maka tidak ada beban yg kita hadapi, kecuali tantangan untuk mencapai kesenangan”, Hadi
“Ini bukan bicara pribadi, tetapi tentang teamwork, tanggungjawab, budaya kerja dan visi yg sama dari sebuah team, untuk dicapai”
“Tidak ada yang tidak mungkin, semua dapat dilakukan, selama kita bisa bermimpi”
“Catat segala langkah yang anda anggap “Jalan Keluar”, karena dengan begitu, anda akan kembali ke jalan yg sama, tanpa kesasar”
“Jajal dulu, karena tak ada yg tak bisa, yang ada cuma kemauan, mesti tahan banting, tidak gampang menyerah”
Pertanyaan yang belum dapat saya jawab adalah :
Bagaimana membangun myelin secara kolektif untuk organisasi/korporat? Apakah ada benang merah penciptaan myelin untuk personal-personal juara yang secara bersama-sama akan membentuk myelin koletif (untuk menadi perusahaan yang sukses). Apakah hal itu mungkin? Manusia-manusia juara berada dalam tim yang solid? Contoh kecil yg belum dapat saya mengerti adalah team sepak bola Persija.... berisi para bintang, tetapi paceklik gelar ?? apa yg salah ??
Sukses WIKA dalam buku tersebut, diulas dari sisi karyawan, bagaimana asala mula perusahaan tersebut dapat membaca peta intangibles para karyawannya ?? apakah secara kebetulan, atau memang diarahkan sejak awal rekruitment ?. Hal ini saya anggap dapat menjadi kunci penting. Ukuran angka sejalan dengan filosofi : Jika kita mampu mengukur, kita akan mampu meningkatkan kinerjanya.
Yang menarik juga adalah transformasi bisnis dari WIKA yang membutuhkan lingkungan inovasi serta visi pemimpin yang mengerti strategi untuk membaca masa depan. WIKA berevolusi dari sekedar instalatur listrik menjadi pembangun Pembangkit Listrik, inovator beton, dan teknologi jembatan, serta WIKA SWH (Tangki aktif pemanas air dengan tenaga matahari). Apakah ini didasari pada Strategi yang relevan dengan core bisnisnya atau Seleksi alam saja, dimana bertemunya kesempatan dengan kesiapan, sehingga menghasilkan sukses.
Tulisan diatas, bukan merupakan rangkuman dari buku Myelin secara keseluruhan, karena banyak sekali sisi baik yang dapat dikupas dan dibahas dari buku tersebut, tetapi ini merupakan pandangan pribadi tentang isi buku tersebut. Semoga bermanfaat. *(Sofyan Hadi, QA Deaprtment, PT Biggy Cemerlang.)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar